Monday, October 6, 2014

Krisis Gas Dan Listrik Industri Berdampak pada Terpuruknya Industri di Indonesia




Krisis gas di indonesia di sebabkan dengan penjualan gas keluar negeri dengan besar- besaran dan jangka kontrak yang terlalau panjang,baru ini pemerintah mengadakan peninjauan ulang kontrak gas dengan China , itu pun bukan mengurangi eksfor , hanya peninjauan harga , jadi pasokan gas dalam negri belum terpenuhi ,  menyebabkan banyak industri pengguna gas lumpuh , dan harga gas di masyarakat terus naik .

Berbeda jarak dengan Jawa Timur yang terkena krisis lumpur lapindo, tepatnya di daerah Sumatera Utara yang berada di pulau Sumatera, juga telah terjadi krisis serupa tapi tak sama. Krisis Gas dan Listrik telah melanda industri yang notabene merupakan salah satu tiang pembangunan. Sementara di pulau Kalimantan, kota Pontianak dan kabupaten Barito utara juga mengalami krisis listrik yang berkepanjangan.

Keadaan ini menimbulkan perspektif krisis yang sama. Harapan banyak pihak kepada pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan penyelesaian karena pemerintah pusat sebagai pihak yang memiliki otoritas dan wewenang sebagai penyelenggara negara.

Krisis gas dan listrik yang menjadi fenomena dewasa ini, bukanlah sesuatu yang baik melainkan kejadian serius yang memerlukan pemikiran dan penyelesaian yang bijaksana dari pihak yang berwenang.

Krisis gas yang disebabkan kurangnya tekanan pasokan gas disinyalir sebagai akibat tidak cukup tersedianya gas untuk digunakan. Belum lagi permasalahan kebocoran gas yang sering kali terjadi sehingga membuat kerugian PT. PGN terus meningkat.

Sedangkan krisis Listrik yang terjadi, disinyalir karena keterbatasan mesin pembangkit, terhambatnya suplai bahan bakar mesin pembangkit serta terbatasnya anggaran untuk membeli solar, ditambah kebocoran listrik yang juga sering terjadi sehingga membuat kerugian PT. PLN semakin bertambah.

Penyebab krisis gas dan listrik ini bisa jadi menjadi krisis nasional yang akan meluluh lantahkan industri nasional. Di tengah-tengah gencarnya promosi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pilihan investasi, ini menjadi sesuatu yang tidak kondusif bahkan cenderung menghancurkan.

Semua pihak yang terkait krisis ini, diharapkan segera duduk bersama dalam waktu dekat guna mencari penyelesaian yang elegant sehingga dapat mengatasi kebuntuan krisis gas dan listrik ini. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, masalah krisis ini dapat segera diselesaikan dengan bantuan semua pihak. Saling berpegangan-tangan dan bahu membahu membangun Indonesia menjadi sejahtera. Semoga

No comments:

Post a Comment