Friday, April 6, 2012

Modifikator sepeda motor dapat penghargaan

Para modifikator yang diboyong PT Astra Honda Motor (AHM) ke Bangkok, Thailand pada event Motor Cycle Idea Challenge 2012 berhasil memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain, Ida Bagus Teja yang berhasil meraih peringkat ketiga dengan modifikasi Honda Scoopy berkonsep Barong dan Leak.

 Penghargaan lainnya diterima oleh Agus Ficdiyanto yang memodifikasi Honda PCX dengan konsep Dayak Style. Demikian dilaporkan oleh AHM pada rilisnya siang ini. Ditambahkan, penghargaan tersebut merupakan yang pertama diraih oleh modifikator asal Indonesia pada kompetisi tingkat internasional yang diikuti 1.000 modifikator.

 “Kami bangga terhadap para modifikator Honda di Indonesia yang mampu berprestasi di ajang internasional. Ini memicu kami untuk terus mendukung kegiatan modifikasi sebagai sarana ekspresi kreativitas generasi muda,” komentar Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning and Analysis Division, AHM.

 Ukir Pahatan
 Konsep modifikasi yang diusung Ida Bagus Teja pada Scoopy mendapat pujian, khusus untuk ukir pahatan di pelek depan dan belakang seta tutup CVT. Lainnya, airbrush wajah Barong dan Leak yang terlihat hidup.

 Modifikasi makin hidup dengan penggunaan kuning emas prada yang biasa dipakai untuk ibadah umat Hindu Bali. Sebagai juara ketiga Motorcycle Idea Challenge 2012, Bagus hadiah 10ribu baht (Rp 3 juta) dan paket tour ke Singapura senilai 30 ribu baht (Rp 9juta).

 Google Map
 Konsep modifikasi yang diusung Agus Ficdiyanto pada Honda PCX mendapat apresiasi karena mengaplikasikan teknologi gadget untuk google map, GSM Phone cell, MP3, MP4, internet TV and wifi router. Pemenang kategori The Best Idea Challenge ini diganjar penghargaan 5 ribu baht (Rp. 1,5 juta) dan paket tour ke Vietnam senilai 25 ribu baht (Rp 7.5 juta).

 Sebelum tampil di ajang Motorcycle Idea Challenge 2012 di Bangkok International Motorshow 2012, keduanya berhasil mengalahkan 1.415 modifikator dari 12 kota di Indonesia pada ajang Honda Otocontest.  


Ketika memperkenalkan Honda Absolute Revo 110 CC di FX Sudirman, Jumat (29/1) PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen tunggal pemegang merek motor Honda tak cuma memajang beberapa unit dari tiga varian sebagai varian baru, yakni Spoke, Casting Wheel dan Deluxe Casting Wheel). Ada dua unit Alsolute Revo yang sudah dimodifikasi ikut dipajang, yakni Revo Sporty Hitech dan Revo Luxury VIP yang telah mengundang perhatian wartawan.

"Kedua Honda Absolute Revo 110 cc ini dipermak oleh tim Honda Research & Development South East Asia (HRS)," bilang Reza Goduan Parulian, selaku Styling Designer sekaligus supervisi dalam menggarap proyek yang menghabiskan waktu hampir 3 bulan.

Sebelum memoles motor, terlebih dulu dibuatkan gambar yang kata Reza butuh waktu sebulan. "Sedangkan proses penggarapan berlangsung sekitar lima minggu dan dari kedua motor itu masing-masing dikomandoi oleh satu orang," tegas Reza.

Untuk biaya modifnya, lanjut Reza, Revo Hitech menghabiskan sekitar Rp30 juta, sedang Luxury sekitar Rp20 juta. "Namun modifikasi ini sebagai referensi saja, makanya bentuk asli motor masih kuat," papar Reza.

Pantas bila Absolute Revo Sporty Hitech paling mewah. Tapi paling menarik dari modifikasi ini adalah desain knalpotnya. Baik yang Hitech maupun Luxury dirancang gaya moge. Modelnya tidak lagi panjang, tapi pendek dan desainnya trapesium, bukannya bulat atau lonjong.

Paling mewah dari kedua model ini yang Sporty. Kedua pelek yang superlebar bikinan sendiri, termasuk desain jari-jarinya. Kesan sebagai motor bertenaga kencang dipancarkan lewat penghenti laju, baik depan maupun belakang sudah menganut sistem rem cakram. Kemudian suspensi standar diubah modelnya menjadi monosok.

Tak cuma itu, lengan ayun standar dikasih kondom (dibungkus) model ganda membuat tampilan bebek tambah kekar. Lalu, bagian tertentu dari bodi dibikin motif kevlar seperti bagian tengah motor, sepatbor belakang dan sebagian sepatbor depan, bagian dalam sayap, batok lampu dan pegangan (bagian belakang jok). Trus, grip pada setang juga diganti dan dikasih ujungnya dikasih penyeimbang.

Pada bagian luar sayap dikasih dua lampu kecil, salah satunya berfungsi sebagai lampu sein. Sayangnya, footstep masih standar dan pijakan kaki buat pebomceng tidak ada. Termasuk juga pada model Luxury. Bisa dimaklumi, namanya juga modifikasi buat referensi.

Sementara pada model Luxury, sistem suspensi masih merujuk pada standar. Hanya sudut kemiringannya sudah diubah lebih ke depan dan memakai model gas. Selain knalpot yang pendek, hal menarik lainnya pijakan kaki buat pengendara dibikin lebar. Sepatbor belakang dirancang model motogp. Sangat pas dengan pelek palang enam.

1 comment:

  1. infonya menarik nih, sedikit usul buat safety riding bikin postingan tetntang jaket motor

    ReplyDelete