Saturday, April 14, 2012

Ciri-Ciri bibit kelapa sawit yang tidak bermutu

Salah satu cara menipu paling mudah adalah dengan menggunakan benih sawit palsu. Saat ini disinyalir telah ditanam jutaan benih palsu di kawasan Riau, Jambi dan Sumsel. Yang dimaksud dengan benih sawit palsu, sebenarnya adalah benih sawit biasa. Benih ini disemai dari biji TBS yang akan disetor ke pabrik. Sawit memang sangat mudah tumbuh. Di bawah tegakan sawit produktif, dengan sangat mudah kita jumpai tumbuhan benih sawit.
                Sawit yang ditanam oleh perkebunan besar, merupakan benih hibrida, hasil silangan sawit liar Afrika Barat (Elaeis guineensis) dan sawit Amerika Tengah/Latin (Elaeis malanococca). Ciri-ciri sawit hibrida ini adalah, akan berbuah mulai umur 2,5 tahun. Produksinya tinggi, dengan kadar minyak yang juga tinggi. TBS dari sawit hibrida ini hanya bisa diproduksi menjadi CPO. Sebab apabila buah dari TBS hibrida ini ditanam, hasilnya akan kembali ke kedua induknya.
                   Tanaman sawit liar
 dengan benih yang berasal dari TBS produksi, baru akan berbuah paling cepat pada umur empat tahun. Tandan buahnya juga kecil-kecil dan kadar minyaknya rendah. Sawit liar ini memang cocok untuk tanaman hias, karena umurnya panjang, bisa mencapai ratusan tahun.  Namun jelas tidak mungkin ditanam sebagai penghasil TBS. Sebab benih sawit asli, berasal dari pohon induk yang telah bersertifikat hasil penelitian lama.  
                 Proses penyilangan dua jenis kelapa sawit ini juga cukup rumit.
Sementara para pemalsu benih sawit hanya sekadar membeli TBS, mengambil buah dari TBS tersebut, memeramnya agar daging buahnya membusuk, baru kemudian menyemainya. Proses ini sangat mudah dan murah. Namun dengan memasarkannya sebagai “benih bermutu” maka keuntungan para pemalsu benih ini akan berlipat ganda. Itulah sebabnya para calon pekebun haruslah berhati-hati dalam membeli benih. Belilah benih dari Balai  Penelitian Sawit di Marihat (Sumut), PTPN atau perkebunan swasta.
                  Pengunaan benih tidak bermutu
 akan mengakibatkan pertanaman akan memiliki masa berbuah tanaman lebih lambat (48 bln, normal 24-36 bulan), produksiTBS rendah, proses pengolahan tidak efisien karena banyaknya cangkang kosong sehingga pada akhirnya menurunkan pendapatan
Diluar itu, benih-benih yang beredar adalah benih palsu dan tidak legal. Berikut diuraikan secara singkat cara-cara praktis mendeteksi benih palsu. Ciri fisik kecambah dari benih palsu:
1.Tempurung lebih tipis, karena diambildari kebun produksi,
2) Permukaanbijikasardan kotor dan
3) Persentasekematiankecambahtinggi.
Sedangkan ciri-ciri tanaman dari bibit palsu adalah banyak tanaman tumbuh abnormal, pertumbuhan tidak seragam, produksi tanaman rendah dan rendemen minyak

sumber : kelapa sawit blog

No comments:

Post a Comment